mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
16 Juli 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Orang Cerdas & Orang Lemah

Orang Cerdas & Orang Lemah
16 Juli 2022 by Qoryah Quran Mafatih

“Al-kayyisu (orang-orang cerdas) adalah orang yang menundukkan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berangan-angan terhadap Allah azza wa jalla.” (HR. Ibnu al-Mubarak No 171)

Sebagian ulama menilai hadis ini dhaif. Sementara di sisi lain, Imam at-Tirmizi berkomentar bahwa hadis ini adalah hadis hasan. Imam al-Hakim pada hadis No. 191 berkomentar: “Ini hadis sahih menurut syarat al-Bukhari, tetapi beliau tidak mengeluarkannya.” Al-Hakim berkomentar, “Ini hadis sahih sanadny, tetapi keduanya (al-Bukhari dan Muslim) tidak mengeluarkannya.” Komentar Adz-Dzahabi di Talkhish adz-Dzahaby: “sahih”.

Orang yang lemah adalah orang yang selalu Mengikuti hawa nafsunya dan  berharap kepada Allah

Al-kayyis secara bahasa bermakna lawan dari al-hamaq (bodoh, pandir, dungu). Jadi, seperti dikatakan oleh Ibnu al-Atsir, al-kayyis maknanya al-aqil (orang-orang yang berakal cerdas).

Al-Munawi di Faydh al-Qadir mengutip az-Zamakhsyari bahwa al-kayyisu adalah kebaikan menunaikan perkara. Juga mengutip ar-Ragib bahwa al-kayyisu adalah kemampuan untuk mengistinbath apa yang paling layak dalam mencapai kebaikan. Menurut Mula Ali al-Qari di Mirqatu al-Mafatih Syarhu Misykat al-Mashabbiuh, al-kayyisu adalah orang berakal yang tegas bijaksana lagi menjaga perkara. Al-Mubarakfuri di Tuhfatu al-Akhwadzi, al-kayyisu adalah orang yang berakal yang melihat dengan terang dalam berbagai perkara dan memperhatikan akibat-akibat.

Dalam hadis di atas, al-kayyisu dinyatakan lawan dari al-ajiz (orang yang lemah). Mula al-Qari menjelaskan, al-ajiz yakni lemah dari menggunakan akal dan menjaga perkara. Walhasil, al-kayyis adalah mukmin yang kuat, sedangkan al-ajiz adalah mukmin yang lemah. Al-Munawi dan al-Mubarakfuri memaknai al-ajiz adalah al-muqashshiru fi al-umur (orang yang cekak pandangan dan melalaikan perkara).

Sabda Rasul, “man dana nafsahu–orang yang mendudukan nafsunya“, menurut al-Munawi dan al-Mubarakfuri, yakni menghisabnya, merendahkannya, memperbudaknya, dan mengalahkannya sehinga taat dan patuh kepada perintah dan larangan Rabbnya. Mula Ali alQari menjelaskan, yakni menjadikannya rendah dan menaati perintah Allah Swt., patuh kepada hukum, keputusan, dan ketetapan-Nya. Di an-Nihayah, maknanya adalah merendahkannya dan memperbudaknya. Dan dikatakan, maknanya menghisab.

Jadi, al-kayyisu adalah orang yang cerdas, kuat pikir dan tekad. Ia adalah orang yang menundukkan nafsunya sehingga taat kepada perintah dan larangan Allah SWT., yakni taat kepada hukum-hukum syara dan memperbanyak amal salih sebagai persiapan untuk kehidupan akhirat. Makna ini dipertegas dalam riwayat dari Abdullah bin Umar r.a. (redaksi Ibnu Majah): ada seorang pemuda Anshar bertanya kepada Rasulullah Saw.: “Siapa mukmin yang paling cerdas?” Rasul menjawab: “Yakni yang paling banyak mengingat maut dan paling bagus persiapannya untuk setelah maut. Merekalah orang yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah No. 4259, al-Bazar No. 6175, al-Hakim No. 8623, al-Baihaqi di Syu’ab al Ima No. 7627 dan 10066) Sumber: Media Umat | edisi 310, 29 Syaban-13 Ramadan 1443H.

Previous articleMenjadi Orang Pinter tapi Keblinger atau Menjadi Orang Bodoh tapi TerjajahNext article Waspada! EFEK PORNOGRAFI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org