mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
24 Januari 2023 by Qoryah Quran Mafatih

Pengaruh Pergaulan dengan Orang-Orang Pengangguran

Pengaruh Pergaulan dengan Orang-Orang Pengangguran
24 Januari 2023 by Qoryah Quran Mafatih

Pengaruh pergaulan pada diri seseorang begitu besar. Meski sebagian dari para remaja zaman ini mungkin akan mebela diri dengan mengatakan jika pengaruh pergaulan tidak begitu besar kepada perubahan diri mereka.

Namun pada hakikatnya pengaruh pergaulan akan terasa bukan hanya dilihat secara fisik saja. Namun pengaruh pergaulan ini akan Nampak jelas dari cara berpikir dan pemahaman seseorang.

Termasuk dalam hal ini pengaruh pergaulan dengan orang-orang pengangguran. Bukan untuk mengucilkan orang-orang pengangguran, namun kita perlu memahami terlebih dahulu siapa yang dimaksud dengan orang-orang pengangguran ini.

BACA JUGA: 5 LANGKAH AGAR ANAK MENJADI BIRRUL WALIDAIN

Pengangguran dalam hal ini ialah orang-orang yang memiliki rasa malas. Iya tidak memiliki keinginan apapun untuk melakukan suatu kegiatan yang bermanfaat baginya. Bukanlah pengangguran sebagaimana yang kita pahami sekarang yang dinisbatkan kepada seseorang yang belum memiliki pekerjaan tetap di suatu perusahaan.

Bergaul dengan para pemalas mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap sikap konsisten karena manusia sangat mudah dipengaruhi oleh temannya. Jika teman pergaulan adalah seorang yang memiliki kemauan dan cita-cita rendah maka ia akan terpengaruh kepadanya.

Pengangguran Hampir Sentuh 10 Juta Orang, Jakarta Tertinggi

Maka janganlah engkau bergaul dengan orang yang memiliki kepribadian yang rendah karena akan menjadikan menghina bersama orang-orang hina. Seorang mukmin sejati pasti akan mencari seorang teman yang dapat mendekatkan dirinya kepada Tuhannya dan dapat membantunya dalam urusan agama dan dunianya.

Kisah Musa adalah bukti paling baik tentang hal itu ketika ia memohon kepada Tuhannya agar dirinya ditemani oleh saudaranya Harun, Allah Swt berfirman,

وَٱجْعَل لِّى وَزِيرًا مِّنْ أَهْلِى .هَٰرُونَ أَخِى. ٱشْدُدْ بِهِۦٓ أَزْرِى. وَأَشْرِكْهُ فِىٓ أَمْرِى. كَىْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا. وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا

“…dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, yaitu Harun, saudaraku, teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, agar kami banyak bertasbih kepada-Mu, dan banyak mengingat-Mu,” [Q.S. Taha (20): 29-34]

Dan manusia yang bermanfaat adalah temanmu yang dapat menanamkan benih-benih kebaikan pada dirimu dan engkau dapat berbuat baik kepadanya. Sesungguhnya dunia sebaik-baik bantuan bagimu oleh sesuatu yang berguna bagimu dan untuk kesempurnaan dirimu maka manfaatkan apa yang kau dapatkan darinya sebab pada hakikatnya adalah sama dengan manfaat yang ia dapatkan darimu bahkan lebih.

Maka yang wajib dilakukan oleh orang yang berakal adalah berkemauan keras untuk mendapatkan teman-teman pergaulan dari kalangan orang-orang shalih yang aktif. Karena setiap kali dia bersahabat dengan mereka maka mereka pasti menolongnya dan mereka pasti membangkitkan benih-benih kebaikan pada dirinya. Mereka mengiringi menuju kedamaian dan menunjukkan kelemahan-kelemahannya demi kebaikan.

Sedangkan bergaul dengan orang-orang pengangguran yaitu mereka yang memiliki kemauan lemah, maka tidak patut dilakukan dan jangan mengukur pergaulan itu dengan banyak tertawa atau mendatangkan kepentingan-kepentingan tertentu, karena pergaulan yang didasari oleh hal tersebut akan mudah sirna dan lenyap. Sesungguhnya segala pergaulan yang dilandasi karena Allah Swt pasti utuh dan terus akan berlanjut. Sedangkan segala pergaulan yang tidak berlandaskan karena Allah Swt pasti terputus.

Adapun larangan lain untuk bergaul dengan orang-orang pengangguran yang tidak memiliki tujuan antara ke dalam kehidupan ini sebab ia bagaikan benalu yang hidup pada pohon, tidak mendatangkan suatu apapun kecuali kerusakan. Setiap teman yang tidak mendatangkan kebaikan bagi dirinya maka bergaul dengan seekor anjing adalah lebih baik daripada bergaul dengan orang seperti itu.

BACA JUGA: INI 4 ADAB SETELAH MAKAN YANG JARANG DIKETAHUI

Di zaman penuh dengan kemaksiatan ini alangkah baiknya untuk berusaha semaksimal mungkin bergaul dengan orang-orang Soleh yang memiliki ilmu pengetahuan ketakwaan dan kebijaksanaan. Kemudian menjaga persaudaraan terhadap mereka dan bukan suatu keharusan bagi seorang untuk memperbanyak taman pergaulan. Seandainya seorang hanya memiliki dua atau tiga orang teman saja asalkan mereka mempunyai sifat-sifat kejujuran dan kesholihan, maka tidak perlu baginya untuk memperbanyak teman dan itu sudah lebih dari cukup.

Wallahu a’lam bishawab. []

Sumber: Buku 31 Sebab Lemahnya Iman, karya Husain Muhammad Syamir‎

Previous articleHindari Bercita-cita Rendah, Begini Cita-Cita Seorang Muslim SeharusnyaNext article Larangan dan Anjuran Bersenda Gurau dalam Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org