mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
8 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Pentingnya Meninggalkan Pergaulan yang Tidak Bermanfaat Bagi Penuntut Ilmu

Pentingnya Meninggalkan Pergaulan yang Tidak Bermanfaat Bagi Penuntut Ilmu
8 Desember 2022 by Qoryah Quran Mafatih

Meninggalkan pergaulan yang tidak bermanfaat kadang kala dianggap suatu kefanatikan. Padahal sejatinya hal ini bentuk kehati-hatian agar seseorang tidak terjebak pada kesia-siaan.

Seorang penuntut ilmu tentunya memiliki tujuan yang jelas dan komitmen yang kokoh, sehingga tidak sembarang aktivitas bisa ia lakukan. Karena tidak semua aktvitas itu mendukung pada tujuan yang ingin ia raih.

Maka hendaknya seorang penuntut ilmu meninggalkan pergaulan yang tidak bermanfaat, karena meninggalkannya termasuk perkara yang penting bagi penuntut ilmu. Apalagi pergaulan dengan lawan jenis dan khususnya untuk orang yang banyak main-mainnya dan sedikit berpikir, karena tabiat manusia itu menular, begitu pula dengan pergaulan.

BACA JUGA: ADAB MURID PADA DIRINYA SENDIRI

Sisi negatif pergaulan ialah tersia-siakannya waktu tanpa faidah, lenyapnya harta dan kehormatan jika dilakukan dengan orang yang tidak patut dan hilangnya agama jika dilakukan dengan orang yang tidak punya agama.

Pergaulan Sehat dan Pergaulan Bebas Halaman all - Kompas.com
foto.kompas.com

Adapun anjuran meninggalkan pergaulan yang tidak bermanfaat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Jadilah orang yang berilmu atau penuntut ilmu, dan jangan menjadi yang ketiga, maka kamu binasa.”

Yang patut bagi penuntut ilmu, hendaknya tidak bergaul dengan orang kecuali jika orang tersebut memberi faidah untuknya atau dia memberi faidah kepada orang tersebut.

Apabila masuk atau terjebak dalam hubungan yang menyebabkan umurnya sia-sia bersamanya, dia tidak memberi faidah dan tidak pula mengambil faidah, tidak membantunya dalam urusan menuntut ilmu yang merupakan kesibukan utamanya, hendaknya meningglakan pergaulan yang tidak bermanfaat itu dengan cara lemah lembut sejak dini sebelum menguat.

Karena jika sesuatu itu telah menguat, maka sulit memutusnya sebagaimana dalam ungkapan para fuqaha, “Mencegah lebih mudah daripada menghilangkan.”

Jika memerlukan teman, hendaknya teman tersebu adalah yang shalih, kuat dalam agamanya, bertakwa, mempunyai sikap wara, bersih hati, banyak kebaikan, minim keburukan, bergaul dengan baik dan sedikit berdebat.

Manakala dia lupa, maka temannya tersebut mampu mengingatkan. Jika dia ingat maka temannya tersebut membantunya. Jika di membutuhkan, maka temannya tersebut menghiburnya. Jika dia jengkel, maka temannya tersebut menyabarkannya.

BACA JUGA: 3 ALASAN PENTINGNYA IKHLAS BAGI PENUNTUT ILMU

Meninggalkan pergaulan yang tidak bermanfaat sangat dianjurkan, sebagaimana perkataan Ali rhadiallahu ‘anhu dalam Diwan Ali bin Abi Thalib, “Jangan berkawan dengan orang bodoh, jauhi dia. Betapa banyak orang bodoh yang menjerumuskan orang yang berakal manakala dia berkawan denganya. Seseorang ditimbang dengan orang lain manakala dia berjalan bersamanya.”

Sebagian mereka berkata, “Seseungguhnya saudaramu yang benar adalah orang yang bersamamu. Orang yang memudaratkan dirinya untuk memberimu manfaat. Orang yang jika kejadian-kejadian zaman mencerai-beraikanmu, dia mencerai-beraikan kesatuan dirinya untuk menyatukanmu.”

Wallahu a’lam bishawwab []

Previous articleAdab Murid pada Dirinya SendiriNext article 3 Langkah Mengarahkan Anak Agar Mampu Berpikir Berlandaskan Syariat Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org