Oleh: Andrean Dwi Oktaviansyah (Santri kelas 9 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Nabi Nuh alaihissalam adalah Rasul yang pertama. Nabi Nuh sendiri memiliki umat tetapi sayang kaum nabi Nuh tersebut berbeda dengan nabi Nuh sendiri. Mereka tidak beriman kepada Allah juga kepada nabi Nuh selaku Rasul utusan Allah. Maka dari itu, Allah mengutus nabi Nuh alaihissalam untuk meluruskan akidah kaumnya tersebut.
Nabi Nuh alaihissalam mulai mendakwahi kaumnya dengan hal atau cara yang sederhana seperti dengan mengajak berpikir kaumnya tentang penciptaan alam semesta. Sesungguhnya dalam penciptaan alam semesta langit dan bumi terdapat sang khalik sang pencipta yakni Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam dakwahnya nabi Nuh penuh kesabaran. Beliau terus berjuang tanpa putus asa, tetapi perjuangannya tidak dihargai oleh kaumnya, bahkan banyak dari mereka yang mengejek, menghina, mencela dakwah nabi Nuh alaihissalam.

Pengikut nabi Nuh alaihissalam terdiri atas orang miskin, pengemis, dan lain-lain. Walaupun pengikutnya seperti itu, nabi Nuh tetap bersabar dan beliau tidak putus asa. Beliau terus berdakwah walaupun dakwahnya banyak menjumpai pertentangan dari kaumnya. Dakwah nabi Nuh terus berlangsung hingga suatu ketika Allah memerintahkan nabi Nuh untuk membuat bahtera di atas sebuah bukit. Lantaran sikap kaumnya yang begitu keras dalam dakwah dan sulit untuk mendapatkan hidayah, Allah pun melalui rasulnya hendak mengazab kaum nabi Nuh alaihissalam tersebut. Mengetahui nabi Nuh alaihissalam membuat bahtera di atas bukit, ke kekufuran kaumnya semakin menjadi-jadi.
Dalam kisah perjalanan hidup dan dakwah para nabi, Allah senantiasa menampakkan hikmah pelajaran hidup bagi umat selanjutnya. Dari kisah kaum nabi Nuh alaihissalam, kita belajar untuk senantiasa taat dan patuh kepada Allah dan rasulnya juga tidak kufur maupun durhaka terhadap perintah-perintah-Nya.
Hendaknya kita mencontoh sifat nabi Nuh alaihissalam yang selalu bersabar terhadap kesulitan dakwah yang beliau hadapi. Beliau tidak pernah putus asa dalam memperjuangkan kebaikan dan kebenaran walaupun itu mengancam nyawa beliau. Beliau terus berdakwah bagi beliau dakwah adalah menjadi satu-satu tujuan hidupnya. Pasalnya, demikianlah tugas para nabi diutus di muka bumi.
Hikmah yang bisa kita ambil pelajarannya adalah hendaknya kita juga senantiasa bersabar dalam berbagai keadaan sekalipun itu menyakitkan dan sangat pedih. Dengan kesabaran itu, Allah akan menggantinya dengan kemenangan atau yang lebih baik lagi. Selain itu kita juga harus senantiasa bertakwa, bertaqrub kepada Allah, menyerahkan semua urusan kepada Allah karena dengan begitu kita akan menjadi orang-orang yang beruntung. []

