Oleh: M Al-Fath Avatar (Santri kelas 8 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Dua tahun lebih pandemi menyapa bumi, ternyata belum juga ditemukan solusi jitu yang dapat menuntaskan wabah pandemi ini setuntas- tuntasnya. Justru yang ada pandemi semakin liar dan beringas seolah tak ada ujungnya dengan lahirnya varian-varian ganas dari covid 19. Kini hadirnya covid 19 varian umicron yang diketahui sebagai varian yang sangat cepat menularnya.

Lemahnya negara dalam penanganan wabah penyakit pandemi ini kini sangat tampak. Kebijakan isolasi wilayah yang plin-plan disambung dengan tidak jelasnya wilayah sakit dan sehat, ditambah lagi begitu banyak bisnis yang menunggangi aspek pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Mulai dari bisnis vaksinasi, tesweb, antigen, hingga PCR. Tampak jelas pengasuhan sistem kapitalis liberal yang benar-benar tak berpihak pada umat.
Masyarakat dibiarkan hidup mandiri, padahal pengurusan kesehatan umat merupakan amanah yang utama bagi para pemimpin negeri. Pandemi yang tak kunjung selesai ini membuktikan bahwa sistem yang dipijak adalah sistem yang batil. Sistem yang melahirkan kebijakan dan aturan yang rusak.
Menjadi ancaman masyarakat Indonesia pada saat pandemi ini, yakni bencana di mana-mana, bahkan para penguasa dan pengusaha seolah tidak lagi menghiraukan adanya covid, tetapi justru muncul wacana baru tentang pemindahan ibukota ke Kalimantan. Pandemi belum usai tapi kini masalah yang dihadapi masyarakat dan negara kembali muncul menyita banyak perhatian umat.
Maka dari itu, sungguh hanya Islam lah satu-satunya addin sekaligus sistem yang mampu menciptakan kesejahteraan bagi umat manusia. Bukan hanya bagi kaum muslimin saja ko ma sistem Islam mampu menyejahterakan umat-umat lainnya karena Islam adalah rahmatan lil alamin, Rahmat atau kebaikan bagi seluruh makhluk di alam semesta. Dengan aqidah Islam yang shahih, insya Allah terlahir para pemimpin-pemimpin yang amanah, taat, dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. []

