mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
27 Desember 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Sejarah Kiswah Ka’bah & Orang Pertama yang Menggunakannya

Sejarah Kiswah Ka’bah & Orang Pertama yang Menggunakannya
27 Desember 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Seperti yang kita ketahui, Kiswah adalah kain berwarna hitam yang menutupi Ka’bah. Setiap musim Haji, kain Kiswah ini diganti oleh otoritas Haromain.

Berbicara tentang sejarah kiswah Ka’bah, siapa sebenarnya orang pertama yang menutup Ka’bah? Ada banyak pendapat, mulai dari Nabi Ismail ‘alaihissalam hingga Adnan bin Udd (buyutnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam).

Ibnu Hisyam dalam Sirah Nawabiyah-nya menceritakan sejarah kain penutup Ka’bah dan orang pertama yang melakukannya. Beliau adalah orang yang menghimpun sirah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Kitab Al-Maghazi dan Kitab As-Siyar karya Ibnu Ishaq. Ka’bah telah ditutupi Kiswah sebelum kedatangan Islam. Hanya saja kainnya berbeda dengan Kiswah yang sekarang.

Disebutkan, orang pertama yang menutupi Ka’bah dengan Kiswah adalah Tubba’ yang bernama Abu Karb As’ad, Raja Dinasti Himyariah dari Yaman. Ibnu Ishaq berkata: “Raja Tubba’ dan kaumnya adalah para penyembah berhala. Ia mampir ke Makkah dalam perjalanan pulang ke Yaman. Ketika ia berada di antara Usfan dan Amaja, ia didatangi sekelompok orang dari Hudzail bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudzar bin Nizar bin Ma’ad.”
Orang Pertama yang Menutup Ka’bah dengan Kain Kiswah.

Mereka berkata kepadanya, “Paduka raja, maukah paduka raja kami beritahu tentang rumah penyimpanan harta melimpah yang disembunyikan raja-raja sebelum paduka raja? Di dalamnya terdapat mutiara, zabarjad, intan berlian, emas, dan perak?” Tubba’ berkata: “Ya, saya mau”.

Mereka berkata: “Yaitu rumah di Makkah yang disembah penduduknya dan mereka shalat di sampingnya.” Orang-orang Hudzail ingin mencelakakan Raja Tubba’ dengan cara seperti itu, karena mereka tahu betul bahwa siapa saja yang ingin merusak Baitullah, pasti ia celaka. Ketika Tubba’ telah bersiap diri untuk mengikuti arahan orang-orang Hudzail, ia mengutus seseorang untuk menemui dua rahib Yahudi guna menanyakan arahan orangorang Hudzail tersebut.

Kedua rahib Yahudi berkata kepada Tubba’: “Orang-orang Hudzail hanya ingin mencelakakan dirimu dan pasukanmu, karena kita tidak tahu ada rumah selain Baitullah di muka bumi ini yang khusus dijadikan Allah sebagai rumah-Nya. Jika engkau menuruti arahan mereka, engkau pasti mati dan orang-orang yang bersamamu.”

Raja Tubba’ berkata kepada kedua rahib Yahudi, “Kalau begitu, apa yang kalian berdua perintahkan kepadaku, jika aku datang ke Makkah?” Kedua rahib Yahudi berkata, “Engkau harus berbuat seperti yang dikerjakan penduduknya. Engkau thawaf di samping Ka’bah, mengagungkannya, memuliakannya, mencukur rambut di sampingnya, dan merendahkan diri di sampingnya hingga engkau keluar daripadanya.”

Tubba’ berkata: “Apa yang membuat kalian berdua melarangku mengikuti arahan orang-orang Hudzail?’ Kedua Rahib Yahudi berkata, “Sesungguhnya Ka’bah adalah rumah ayah kita Ibrahim, dan ia seperti yang telah kami jelaskan kepadamu. Namun penduduknya memisahkan kami darinya dengan cara mereka memasang berhala-berhala di dalamnya, dan dengan darah yang mereka tumpahkan di sampingnya. Mereka orang-orang kotor dan orang-orang syirik.” Atau seperti dikatakan keduanya.

Tubba’ memahami nasihat kedua rahib tersebut dan kejujuran nasihat keduanya. Kemudian ia mendekat kepada sekelompok orang dari orang-orang Hudzail lalu ia memotong tangan dan kaki mereka. Setelah itu, ia meneruskan perjalanannya hingga tiba di Makkah.

Tiba di Makkah, ia thawaf di sekeliling Ka’bah, menyembelih hewan qurban di sebelahnya, mencukur rambutnya, dan berada di sana selama enam hari. Menurut banyak orang, Raja Tubba’ menyembelih hewan qurban kemudian membagi-bagikannya kepada orang-orang, ia memberi makan penduduk Makkah, dan memberi mereka minum madu.

Suatu hari, Raja Tubba’ bermimpi dalam tidurnya mendapat perintah untuk menutup Ka’bah. Kemudian ia menutupinya dengan kain kasar. la bermimpi lagi agar ia menutupi Ka’bah dengan kain yang lebih bagus, kemudian ia menutupinya dengan kain ma’afir (jenis kain Yaman). Ia bermimpi lagi agar ia menutupinya dengan kain yang lebih bagus, kemudian ia menutupinya dengan kain mahal ketika itu yaitu kain Al-Mala’a dan Al-Washail.

15 Juli Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Ayo Luruskan Arah Kiblat

Menurut orang-orang ketika itu, Tubba’ adalah orang yang pertama kali menutup Ka’bah dan mewasiatkannya kepada para gubernurnya dari orang-orang Jurhum. Ia perintahkan mereka membersihkan Ka’bah; darah, bangkai, dan darah haid tidak boleh didekatkan kepadanya. Ia membuat pintu dan kunci untuk Ka’bah.

Subai’ah binti Al-Ajabb bin Zabnah bin Jadzimah bin Auf bin Nashr bin Muawiyah bin Bakr bin Hawazin bin Mansur bin Ikrimah bin Khashafah bin Qais bin Ailan, istri Abdu Manaf bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah berkata kepada anaknya Khalid agar Khalid mengagungkan kesucian Makkah, melarangnya mengganggunya, dan mengingatkannya kerendahan diri Tubba’ kepada Makkah, dan apa yang ia kerjakan selama berada di Makkah.

Setelah itu, Tubba’ pulang ke Yaman bersama pasukannya dan dua rahib Yahudi. Tiba di Yaman, ia mengajak penduduk Yaman masuk kepada agamanya, namun mereka menolak ajakan Tubba’. Mereka menyerahkan persoalan Tubba’ kepada api di Yaman.

Demikian sejarah singkat penutup Ka’bah dan orang pertama yang melakukannya. Kini, Kiswah penutup Ka’bah terbuat dari kain sutera berwarna hitam pekat dengan hiasan kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an dari benang emas dan perak.

Di masa Sayyidina Abu Bakr, ‘Umar dan ‘Utsman, Ka’bah pernah ditutup dengan kain berwarna putih. Di masa Daulah ‘Abbasiyah, Ka’bah pernah dikiswahi dengan kain berwarna putih, pernah pula dengan warna merah.

Sumber: eramuslim

Previous articleMELATIH KESADARAN BERSYARIAH ISLAM PADA ANAKNext article Mengenal Imam Muslim, Ulama Hadits Terbaik Kedua setelah Imam Bukhari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org