Imam Al-Ghazali sudah dikenal dengan nasihat kepada murid-muridnya yang sangat dalam. Terdengar seolah hal yang biasa, namun nasihat Imam Al-Ghazali ini memiliki makna yang tidak sembarang.
Diantara nasihat imam al-ghazali kepada murid beliau ini sangat dalam ialah tentang apa yang paling dekat, paling jauh, paling berat, paling besar, paling ringan, dan paling tajam.
Dengan merenungkan dan menyadari apa yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali, semoga kita menjadi muslim yang baik di dunia dan akhirat.
Baca Juga: 3 CARA MENGHINDARI HASAD
![Bekal Untuk Menemukan Kebahagiaan dari Imam al-Ghazali - Islami[dot]co](https://islami.co/wp-content/uploads/2018/04/bahagia.jpg)
Berikut nasihat Imam al-Ghazali yang penuh makna:
Pertama: yang Paling Dekat dengan Kita
Imam al-Ghazali pernah bertanya kepada murid-murid beliau tentang apa yang paling dekat dengan kita dalam kehidupan ini. Diantara murid – murid beliau ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali kemudian menjelaskan bahwa yang paling dekat dengan adalah “Mati”, karena mati itu Janji Allah yang pasti akan menimpa semua insan bernyawa.
Kedua: Yang Paling Jauh dengan Kita
Imam al-Ghazali menjelaskan yang paling jauh adalah masa lalu, karena bagaimanapun caranya kita tidak bisa kembali ke masa lalu, karena itu jangan membanggakan kebaikan di masa lalu. Teruslah meningkatkan kebaikan untuk hari ini dan esok hari.
Ketiga: Yang Paling Besar dalam Diri Kita
Masalah paling besar yang harus kita hadapi ialah Nafsu. Acapkali Nafsu menjerumuskan manusia ke jurang nista hingga kehidupannya di dunia hancur, dan azab menunggu setelah kematian.
Keempat: Yang Paling Berat Bagi Kita
Tumbuh – tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mau menerima ketika Allah Swt. meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) didunia ini, tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah Swt., sehingga menyebabkan manusia banyak masuk neraka karena tidak sanggup menanggung Amanah. Oleh karenanya yang paling berat bagi kita ialah menjalankan amanah.
Kelima: Yang Paling Ringan Bagi Kita
Hanya karena kesibukan kecil, manusia rela meninggalkan shalat. Padalah shalat adalah tiang agama. Jika manusia hanya hidup untuk mencari makan dan kesenangan maka tidak ada bedanya manusia dengan binatang.
Keenam, Yang Paling Tajam di Dunia Ini
Di dunia ini mungkin banyak benda tajam yang bisa melukai fisik, namun masih ada harapan lukanya dapat sembuh dengan obat. Sedangkan jika lisan yang menyakiti hati, sulit menemukan obat untuk menyembuhkannya seperti sediakala.
Semoga bermanfaat. []
SUMBER: DUNIAISLAM.COM

