mafatih.or.id
  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog
4 Juli 2021 by Qoryah Quran Mafatih

4 Hal yang Disunnahkan saat Ihram

4 Hal yang Disunnahkan saat Ihram
4 Juli 2021 by Qoryah Quran Mafatih

Ihram menurut bahasa berarti melarang atau menahan. Adapun menurut istilah syar’i, ihram diartikan niat untuk memulai pelaksanaan rangkaian ibadah haji yang ditandai dengan beberapa amalan haji. Tidaklah sah ihram jika tidak disertai dengan niat. Karena itu, seseorang tidak bisa langsung berihram dengan modal berazam untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah, tanpa disertai niat yang khusus untuk berihram.

Dalam pelaksanaannya, terdapat hal-hal yang disunahkan saat berihram. Berikut beberapa hal yang disunahkan saat ihram bagi para jamaah haji.

1. Mandi

Niat Mandi Keramas Sebelum Puasa, Benarkah Sunnah? - Islami[dot]co

Mandi sebelum berihram merupakan sunah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Kharijah bin Zaid bin Tsabit r.a., dari ayahnya berkata,

“Ia pernah melihat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam menjauh dari keluarganya lalu beliau mandi.” (HR. Tirmidzi)

2. Membersihkan Diri

Seberapa Sering Anda Potong Kuku?

Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam rangka membersihkan diri menjelang ihram adalah dengan mencabut bulu ketiak dan bulu kemaluan, memotong kumis, dan memotong kuku.

3. Memakai Parfum

Hukum Memakai Wewangian saat Ihram | AL FAHMU

Mengenakan wewangian saat ihram merupakan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah sebagaimana hadis dari Aisyah r.a. Ummul Mukminin Aisyah r.a. berkata, “Aku pernah memakaikan parfum pada badan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam saat beliau berihram.” (Muttafaq ‘Alaih)

Meski begitu, terdapat larangan untuk memberi parfum pada pakaian orang yang berihram. Rasulullah bersabda, “Dan janganlah kalian mengenakan pakaian yang terkena za’faran atau wewangian.” (Mutafaqun Alaih)

Ihram | Haji

4. Menyimpan Pakaian Berjahit bagi Pria sebelum Berihram

Makna Kain Ihram yang Dikenakan Jemaah Umroh dan Haji

Adapun saat berihram cukup memakai dua lembar kain panjang selendang dan sarung berwarna putih demikian pula sepasang sandal putih. Hal ini berdasarkan pada sabda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam:

“Jika salah seorang di antara kalian berihram, ia cukup memakai selendang dan sarung serta sepasang sendal. Jika tidak punya sendal, ia boleh mengenakan khuf yang dipotong bagian atas sehingga menampakkan kedua mata kaki.” (HR. Ahmad)

Bagi kaum wanita, mereka dibolehkan mengenakan pakaian yang sesuai dengan kehendak mereka dan tidak ada ketentuan warna tertentu, hanya saja mereka dilarang menyerupai kaum pria. Mereka juga dilarang mengenakan cadar dan sarung tangan saat berihram. Namun, jika ada laki-laki yang bukan mahramnya, mereka kaum wanita cukup menjulurkan pakaiannya dari kepala untuk menutupi wajahnya. Aisyah r.a. berkata, “Serombongan orang lewat di depan kami saat kami bersama Rasulullah shalallahu alihi wa sallam dalam keadaan ihram. Ketika mereka berpapasan dengan kami, kami menjulurkan jilbab kami dari atas kepala ke wajah. Jika mereka telah lewat, maka kami buka kembali.” (HR. Abu Dawud)

Previous article6 Syarat Kewajiban Ibadah Haji, Muslim Harus Tahu!Next article 9 Larangan saat Ihram yang Harus Diperhatikan oleh Jamaah Haji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About The Blog

Nulla laoreet vestibulum turpis non finibus. Proin interdum a tortor sit amet mollis. Maecenas sollicitudin accumsan enim, ut aliquet risus.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org

Tag

adab AGEN OF CHANGE ajal alquran anak anak saleh bahaya utang dakwah fidyah hafiz ibadah ibadah puasa ibadah ramadan idul fitri ilmu islam kematian kenakalan anak keutamaan ramadhan komunikasi anak lisan mendidik anak nasihat nasihat lukman pemuda pendidikan pendidikan anak pendidikan islam penghafalAlquran pesantren puasa puasa ramadan puasa syawal Ramadan ramadhan remaja remajaislam rezeki santri saum ramadan sekuler sukses syawal utang ZAKAT

Yuk! Raih Kemuliaan bersama Pesantren Al-Qur’an Mafatih, Melahirkan Khadimul Al-Qur’an ( Para Penghafal Al-Quran, Dai dan Guru Al-Quran) untuk Indonesia.

Tentang Kami

  • Beranda
  • Pemberdayaan Wakaf
  • Donasi
    • Gotong Royong Bangun Pesantren Hafizh Al-Qur’an
    • INFAQ KURMA + PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN
  • Blog

HUBUNGI KAMI

+62812-8639-653

Alamat kami

Legokhuni, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat 41174

About This Sidebar

You can quickly hide this sidebar by removing widgets from the Hidden Sidebar Settings.

Recent Posts

Pentingnya Menjadikan Rasulullah sebagai Idola sang Anak31 Januari 2023
Manfaatkan Masa Muda, Fokuskan Hati di Atas Ilmu31 Januari 2023
Untuk Para Penuntut Ilmu, Ini Adab Berkhidmat kepada Guru31 Januari 2023

Kategori

  • Tak Berkategori

Meta

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org