Oleh: Irsyad Ash-Shiddiq (Santri Kelas 9 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Dia adalah seorang imam di negeri Syam, seorang tabiin yang mulia, juga seorang ahli qiroat yang diangkat oleh serambi masjid Bani Umayyah. Dia seorang imam shalat bagi kaum muslimin di masjid tersebut yang berasal dari keturunan Arab asli. Dia adalah Yahshibi, yang nasabnya berakhir pada Yahshib Dahman, salah satu suku dari kabilah Himyar. Seluruh rawi pun mengetahui bahwasanya Himyar itu berasal dari Qahthan.
Sebagai seorang yang berketurunan asli dari Arab, lisannya pun berbicara fasih dengan bahasa Arab. Sebagaian orang bermaksud ingin mencela dalam hal nasabnya. Akan tetapi, riwayat yang shahih adalah bahwasanya nasabnya itu jelas tidak ada kesamaan ataupun noda padanya. Mengenai pengenalan dirinya, Imam Adz-Dzahabi berkata di dalam kitab Ma’rifatu Al Qurra, “Dia adalah Abdullah bin Amir bin Yazid bin Tamim bin rabiah abu umron menurut riwayat yang paling sahih.”

Cukuplah menjadi keutamaan baginya ketika Umar bin Abdul Aziz datang kepadanya dengan sengaja. Cukuplah hal tersebut menjadi bukti kebijakannya yang memiliki kedudukan dan kemuliaan yang memiliki pengaruh yang kita pun pasti menginginkan keadaan sepertinya. Akan tetapi, hal itu merupakan suatu hak syekh yang mulia.
Setelah membaca deskripsi singkat di atas kita bisa memahami bahwa beliau adalah seorang ahli ilmu, hakim, shaduq yang dijadikan sebagai imam oleh penduduk Syam dalam bidang qiroat dan orang pilihannya. Ketika kaum muslimin belum lagi selesai dari urusan wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, pada saat itu juga lahirlah seorang anak yang bernama Ibnu Amir. Dia adalah orang yang paling tua usianya di antara para quro yang tujuh, serta paling tinggi sanadnya. Beliau adalah seorang tabiin yang mengambil sanad qiraatnya dari para sahabat secara langsung. Tidak ada seorang muhaqiq pun yang bertentangan dengan muhaqiq lain dalam hal qiroatnya kepada Abu Hasyim Al Mugirah bin Abu Syibab Abdullah bin Umar bin Al Mughirah Al Makhzumi.
Alhasil, Imam Ibnu Amir sangat berperan dalam periwayatan qiroah Alquran. Sebagaimana yang telah dideskripsikan pada keterangan di atas, Ibnu Amir ini adalah tokoh yang sangat besar di Syam yang menjadi imam masjid Daulah Umayyah. Beliau adalah seorang imam ahli qiroat yang sangat berperan dalam periwayatan qiraat Alquran al-karim.

