Oleh: Hasbi Nur Ilahi (Santri kelas 9 Pesantren Mafatih Purwakarta)
Banyak orang mungkin berkeluh kesah ketika orang itu sedang ditimpa dengan musibah. Tak hanya itu banyak juga para penuntut ilmu yang berputus asa ketika sedang menaiki tangga-tanggal ilmu yang di dalamnya terdapat keberkahan dan keberhasilan. Ingatlah salah satu nasihat bagi penuntut ilmu, yaitu “bukanlah pencari ilmu apabila pencari ilmu itu tidak bisa menanggung dan merasakan kehinaan bagi dirinya.” Dengan nasihat ini kita bisa pelajaran yang seharusnya membuat kita semakin yakin bahwa rahmat Allah itu dekat dan dengan menggapainya kita bisa menaiki tangga-tangga yang sudah kita tempuh di sana.

Hati kita terguncang oleh rasa lelah dan masalah, di saat itulah kehidupan diuji. Akan tetapi banyak dari kalangan kita menyerah dan berdiam diri di tempat itu sambil mengatakan, “sesungguhnya aku gagal, sesungguhnya aku gagal.” Padahal di saat itu rasa lillah selalu mendampinginya. Sayangnya di akhir zaman sekarang ini banyak orang yang salah menerjemahkan kata lillah. Sungguh banyak keutamaan di balik kata lillah pada hakikatnya.
Saat kita sudah melaksanakan amal yang begitu banyak akan tetapi hasil tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka hal-hal yang bisa kita lakukan yaitu sabar dan lillah. Dengan sabar dan lillah kita bisa terus berusaha menjalaninya dengan cara memperbaiki kesalahan yang kita lakukan. Kita bisa terus berkembang dan memperbaiki mimpi yang keliru ataupun belum terwujud. Dengan itu, mimpi kita target tujuan hidup kita yang hendak kita capai akan membuat kita terus bergerak dan terus berjuang maju sampai terwujud apa yang kita impikan.
Kita adalah manusia yang diberikan akal dan kecerdasan. Maka dari itu jangan sampai kita menyerah karena salah satu mimpi kita tidak terwujud. Mimpi yang lain haruslah tetap dikejar. Karena itu, berusaha ikhlas dan tidak mudah menyerah untuk menggapai mimpi yang lebih tinggi. Wallahualam bishowab. []

