Penulis: Zakaria_Naxsantri (Santri Ma’had Mafatih Global)
Teman-teman sekalian, saudara-saudara kaum Muslimin. Di wilayah Eropa, ilmuwan-ilmuwan barat pernah melakukan penelitian mengenai sebab mengapa orang-orang sukses bisa mendapatkan kesuksesannya? Mereka melakukan penelitian kepada anak-anak yang masih berumur sekitar 6-7 tahun. Mereka terus melihat perkembangan anak-anak tersebut, dari mulai SD, SMP, SMA sampai mereka kuliah kemudian kerja diteliti oleh ilmuwan-ilmuwan barat tersebut. Mereka melakukan penelitian selama kurang lebih sekitar 20 tahun, hanya demi untuk melihat apa sebenarnya penyebab mereka mendapatkan kesuksesan.
Setelah diteliti anak-anak tersebut, ada yang kecilnya dia anaknya pintar dan ada yang kecilnya dia anaknya bodoh/nilainya kurang dalam pelajaran, dan ada juga anak yang kecilnya biasa-biasa aja. Ilmuwan-ilmuwan tersebut mendapatkan hasil dari penelitian yang telah mereka lakukan selama 20 tahun, ternyata kepintaran seorang anak ketika masih kecilnya tidak menentukan masa depannya sukses atau tidak. Akan tetapi, ada satu hal yang paling besar dalam menentukan masa depan seseorang. Satu hal itu adalah habits yang dimiliki oleh seseorang dari masa kecilnya.
Dalam penelitiannya, ada anak yang dia itu pintar dari kecilnya dia selalu mendapatkan ranking yang terbesar di kelasnya sementara ada juga anak yang di bodoh/nilainya kurang dalam pelajaran. Namun, ketika diteliti dari seluruh gerak-geriknya, ketika bangun tidur sampai tidur lagi, orang yang bodoh ini mempunyai kebiasaan yang sangat baik dalam kesehariannya. Alhasil, ketika mereka sudah dewasa yang menjadi orang yang sukses itu adalah orang yang memiliki kebiasaan-kebiasaan yang sangat baik dalam kesehariannya.
Nah bro… kita bisa mengambil ibrah (pelajaran) dari peristiwa tersebut bahwa habits (kebiasaan) yang kita miliki itu sangat berperan penting dalam menentukan masa depan kita. Pasalnya, orang-orang yang sukses itu mempunyai habits yang berbeda dari orang-orang biasa pada umumnya.
Oke broo… lantas apa itu habits? Habits adalah segala sesuatu yang kita lakukan secara otomatis, bahkan tanpa berpikir. Habits adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus sehingga menjadi bagian dari pada seorang manusia. Dia itu adalah kebiasaan kita.
Yo kawan.. coba lihat orang-orang yang profesional di dunia ini, kita ambil contoh, ketika kita lihat para pemain sepak bola profesional, mereka memainkan dengan sangat cepat dan lincah bakan jika kita lihat bola itu seperti merekat dengan kakinya.

Bagi penggemar sepak bola itu hal yang istimewa, namun bagi pemain sepak bola profesional itu hal yang biasa, kenapa? Karena mereka sudah sering berlatih secara terus-menerus sehingga gerakan mereka sudah otomatis tanpa harus berpikir panjang, inilah yang dinamakan hasil dari pembiasaan yang disebut habits.
Pernah beberapa tahun yang lalu sempat viral buku tentang “The Seven Habits”, buku ini sangat populer dan laris di masyarakat karena buku ini ditulis dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh si penulis. Si penulis meneliti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sukses, dan dari sekian banyak orang-orang yang sukses yang ia teliti dia kumpulkan di dalam buku “The Seven Habits”. Walaupun harga buku ini sangat mahal, tetapi banyak orang yang membeli buku ini. Bahkan, banyak seminar-seminar pelatihan mengenai habits walaupun harga tiket untuk ikut dalam seminar itu sangat mahal, tetapi banyak orang yang “bela-belain” walupun jauh dan juga mahal mereka ikut dalam seminar itu.
Nah bro…, kita bisa melihat bahwa banyak orang yang juga sudah menyadari bahwa habits itu sangat penting dalam menentukan masa depan kita.
Nah broo… ini adalah tips-tips untuk membentuk sebuah habits:
Mulai dari yang kecil
Mulailah habits baru kita dengan hal-hal kecil terlebih dahulu, mematok target yang terlalu tinggi hanya akan menghasilkan rasa jenuh dan putus di tengah-tengah.
Misal, kalau habits yang ingin dibentuk adalah membaca buku, mulailah dengan 10 menit sehari membaca buku atau 10 lembar per hari membaca buku
Mematok target besar cenderung gagal, dan lagipula, apabila telah terbiasa, kita akan menaikkan secara otomatis jumlahnya.
Temukan tempat habits
Untuk melatih sebuah habits, kita harus menyisipkan habits itu pada habits lain yang sudah solid (sudah jadi). Kuncinya adalah kata”setelah”, misalnya, saya akan membaca setelah mandi sore dan sebagainya. Menyisipkan kata”setelah” membuat habits terotomatisasi oleh waktu sebagai pemicunya, ada trigger, dengan kata”setelah”.
Berlatihlah terus!
Pada awalnya, mungkin kita akan seringkali lupa untuk melaksanakan habits baru, maka buatlah pengingat dimana-mana tempat biasa kita beraktivitas. Misalnya, menempel pengingat habits di kamar tidur, di ruang kantor, ataupun di mana saja, yang bisa sering kita lihat. Atau bisa pula meminta teman untuk selalu mengingatkan tentang habits yang akan kita latih, dan ingat untuk melakukan setiap hari!
Oleh karena itu bro…., ketika kita sudah merencenakan semuanya, tinggal tantangannya adalah konsisten, keistikamahan kita untuk menjalankan rencana tersebut. Kita harus yakin bro kalau kita pasti bisa melakukannya, seperti perkataanya Muhammad Ali: “Impossible is nothing”.[]
“Impossible is nothing” – (Muhammad Ali)

