Waktu khusus untuk berdoa memiliki faedah, yakni agar umat muslim merasa bahagia dengan adanya waktu tersebut. Sebab sebagaimana wajarnya seorang manusia pasti berharap doanya akan dikabulkan dan Allah Swt berikan jawaban terbaik-Nya.
Maka dari itu, kita perlu mengingat dengan baik waktu khusus untuk berdoa agar mampu memaksimalkan ikhtiar atas apa yang kita hajatkan dengan menyampaikannya kepada Allah Swt.
BACA JUGA: INI 4 ADAB SETELAH MAKAN YANG JARANG DIKETAHUI
Menurut Ibnu ‘Atha’ sebagaimana dikutip oleh Hasbl Ash-Shiddieqie, bahwa doa memiliki rukun, yaitu kehadiran hati bila berdoa, serta tunduk menghinakan diri kepada Allah. Sedangkan sayap-sayapnya yang akan menjadikan doa tersebut sampai di hadapan Allah Swt.
Di antaranya ialah berdoa dengan sepenuh kemauan dan keikhlasan yang timbul dari lubuk jiwa dan bertepatan dengan waktunya. Di antara waktu-waktu yang dipandang baik untuk berdoa, adalah:
1. Ketika turun hujan.
2. Ketika akan memulai sembahyang dan sesudahnya.
3. Ketika menghadapi barisan musuh dalam medan peperangan.
4. Di tengah malam.
5. Di antara azan dan ikamah.
6. Ketika Itidal yang terakhir dalam sembahyang.
7. Ketika sujud dalam sembahyang.
8. Ketika khatam (tamat) membaca Al-Quran 30 Juz.
9. Sepanjang malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur.
10. Sepanjang hari Jumat, karena mengharap berusaha dengan saat Obah (saat diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam mata-hari pada hari Jumat itu.
11. Antara zuhur dengan asar dan antara asar dengan magrib.
Waktu khusus untuk berdoa pun terdapat dalam beberapa hadis lainnya, yakni:
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Rahmat) Allah itu, turun ke langit dunia, ketika malam telah tinggal sepertiga yang akhir. Maka berkatalah Allah, “Siapa-siapa yang mendoa kepada-Ku, maka Aku perkenankan doanya. Siapa yang minta apa pun kepada-Ku, maka Aku ampuni,” (HR Bukhari dan Muslim — Al-Adzkar: 46)
“Pada waktu malam, sesungguhnya ada suatu saat, di mana jika seseorang muslim memohon kepada Allah sesuatu kebajikan dunia dan akhirat ketika itu, niscaya Allah mengabulkannya,” (HR Muslim – Al-Adzkar: 47)
“Mendoakan di saat doa itu diperkenankan Allah: yaitu di saat beijumpa pasukan-pasukan tentara (bertempur), ketika hendak mendirikan sembahyang dan ketika turun hujan,” (HR Al- Syafi’i — Al-Umm).
“Tiada ditolak sesuatu doa yang domohonkan antara azan dan ikamah,”(HR Al-Tirmidzi).
Dengan mengetahui waktu khusus untuk berdoa, maka telah menunjukan kebenaran atas fiman Allah Swt. Terdapat dalam Qs Fatir ayat 15 yang menunjukan bagaimana Allah Swt menjelaskan kondisi manusia dan mengapa manusia hanya bisa bergantung kepada Allah Swt saja.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ
Arab-Latin: Yā ayyuhan-nāsu antumul-fuqarā`u ilallāh, wallāhu huwal-ganiyyul-ḥamīd
Artinya: “Hai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Qs Fatir: 15)
Dalam Tafsir as-Sa’di Karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, seorang pakar tafsir abad 14 H, menjelaskan kandungan dari Qs Fatir ayat 15 tersebut, ialah, “Allah mengalamatkan Firman-Nya kepada seluruh manusia, memberitahu mereka tentang kondisi dan sifat mereka, dan sesungguhnya mereka adalah benar-benar butuh kepada Allah dari segala segi.
Pertama, mereka butuh diciptakan; kalau saja bukan karena Allah menciptakan mereka, tentu mereka tidak ada.
Kedua, mereka juga butuh untuk dibekali dengan kekuatan, dan anggota tubuh, yang kalau saja Allah tidak memberikannya kepada mereka, tentu mereka tidak bisa melakukan suatu pekerjaan apa pun.
Ketiga, mereka butuh untuk dibekali dengan makanan pokok; rizki, dan berbagai nikmat yang Nampak dan yang tidak Nampak; yang kalau saja bukan karena karunia, kebaikan, dan pemberian kemudahan segala urusan dariNya, maka tentu mereka tidak bisa memperoleh rizki dan kenikmatan sedikit pun.
Keempat, mereka juga butuh untuk dihindarkan dari berbagai bencana, dilepaskan dari segala hal yang tidak disukai, dijauhkan dari berbagai kesengsaraan dan penderitaan, yang kalau saja bukan karena pembelaan Allah terhadap mereka, yang melepaskan mereka dari berbagai penderitaan dan menghilangkan berbagai kesulitan mereka, tentu saja berbagai hal yang tidak disukai dan berbagai penderitaan tetap menimpa mereka.
Kelima, mereka juga butuh kepadaNya untuk dibimbing dengan berbagai bentuk bimbingan dan berbagai jenis pengaturan.
Keenam, mereka sangat butuh kepadaNya di dalam menghambakan diri dan mencintai-Nya, beribadah kepada-Nya dan ketulusan ibadah kepadaNya; yang kalau saja Allah tidak memberi hidayah kepada mereka untuk semua itu, tentu mereka binasa, ruh, jiwa, hati, hati dan keadaan mereka menjadi rusak.
Ketujuh, mereka sangat membutuhkanNya di dalam mengajarkan kepada mereka apa-apa yang tidak mereka ketahui dan amal yang dapat memperbaiki keadaan mereka; yang kalau saja bukan karena Allah mengajarkan kepada mereka, tentu mereka tidak akan pernah belajar; dan kalau saja bukan karena taufikNya, tentu mereka tidak akan bisa menjadi baik.
BACA JUGA: 5 LANGKAH AGAR ANAK MENJADI BIRRUL WALIDAIN
Kedelapan, jadi, mereka sangat fakir (butuh) secara dasar kepada-Nya dengan segala arti kefakiran; sama saja, apakah mereka menyadari akan sebagian bentuk kefakiran itu ataukah tidak! Akan tetapi orang yang mendapat taufik di antara mereka, yaitu yang selalu merasakan kefakiran (kebutuhan) dirinya dalam setiap keadaan dalam permasalahan dunia dan agamanya, merendahkan diri dan memohon kepada-Nya untuk tidak diserahkan kepada dirinya sendiri sekejap mata pun, dan memohon kepadaNya agar diberi pertolongan atas segala urusannya, dan ia merasakan (menyertakan) makna seperti ini dalam setiap saat, maka orang seperti ini pantas mendapatkan pertolongan yang sempurna dari Allah sesembahannya Yang lebih saying kepadanya daripada seorang ibu terhadap anaknya.
Wallahu a’lam bishawab. []
Sumber: Buku Quantum Doa | Karya Dr H Syukriyadi Sambas M.Si


