Terkadang kita merasakan kegundahan, keresahan dan kerisauan dalam hati. Maka dari itu kita harus bisa mengatasinya agar tidak berkelanjutan yakni dengan mencoba mengamalkan Obat Galau ala Rasulullah.
Sebab kadang suatu masalah membuat kita sulit berpikir jernih karena beban permasalah yang memberatkan jiwa. Nah, berikut ini obat galau ala Rasulullah yang perlu kita ketahui.
Obat Galau ala Rasulullah: Ingatlah Jika Manusia Hidup Untuk Mencari Pahala

Meskipun kesedihan atau kegalauan itu berupa kekurangan rezeki, musibah atau yang lainnya yang menimpa diri kita, yakinlah bahwa semua itu bisa menjadi ladang pahala bagi semua makhluk Allah. Sebab segala sesuatu yang menimpa setiap muslim dapat menghapus dosa-dosa yang pernah ia lakukan.
Serahkan semuanya hanya kepada Allah semata. Ingatlah bahwa kita hanya hamba-Nya. Semua yang terjadi telah Allah takdirkan kepada kita adalah yang terbaik. Pun semuanya memiliki hikmah yang tersembunyi.
Sebab tujuan kita di dunia tidak lain adalah kembali ke akhirat. Dunia hakikatnya hanyalah tempat mampir untuk minum. Sangat sekejap dan tidak akan berlangsung lama.
Obat Galau ala Rasulullah: Membaca Doa agar Terhindar dari Kegalauan
Suatu saat Rasulullah SAW masuk masjid ternyata terdapat seorang lelaki yang Bernama Abu Umamah, beliau bertanya, “Wahai Abu Umamah, apakah gerangan yang membuatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?” Abu Umamah berkata, “Keresahan utang mengikatku, wahai Rasulullah SAW.”
Beliau menjawab, “Apakah engkau mau aku ajari sebuah kalimat yang jika engkau mengucapkannya Allah akan menghilangkan “kegalauan” dalam dirimu dan membayarkan utangmu?”
Abu Umamah menjawab, “Iya, wahai Rasulullah.”
Rasulullah SAW bersabda, “Pada waktu pagi dan sore hari katakanlah,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.” (HR Bukhari no 2679)

