Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang telah Allah wajibkan kepada hamba-Nya yang mampu untuk menunaikannya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ…
“… Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tempat suci yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji. Tempat-tempat pelaksanaan ibadah haji tersebut adalah sebagai berikut.
1. Arafah

Arafah merupakan suatu tempat yang lokasinya berada di luar area tanah haram, terletak sebelah timur sekitar 22 KM dari Masjid al Haram, luasnya sekitar 10,4 KM2. Tempat tersebut menjadi tempat pertemuaan Nabi Adam dan Hawa setelah Allah turunkan ke muka bumi. Arafah juga disebut sebagai tempat manusia mengakui semua dosa-dosa mereka. Tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah, para jamaah haji diwajibkan berada di Arafah.
Masjid Namirah

Namirah adalah sebuah nama gunung di sebelah barat masjid yang dijadikan nama masjid tersebut. Rasulullah shalallahu alaihi was allam pernah singgah di lembah ‘Urnah menyampaikan khutbah dan shalat. Pada awal pemerintahan Bani Abbasyiah dibangun sebuah masjid persis di tempat beliau berkhutbah dan melaksanakan shalat. Selanjutnya, dilakukan renovasi dan perluasan masjid pada masa pemerintahan Raja Saud sehingga luasnya menjadi 110 m2. Para jamaah haji berkumpul di tempat ini pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Masjid Ash Shakharat
Masjid ini terletak di bawah Jabal Rahmah sebelah kanan tangga naik ke Jabal Rahmah. Di dalamnya, ada batu-batu besar tempat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam singgah di malam hari Arafah. Jamaah haji juga berkumpul di tempat ini pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Jabal Rahmah

Jabal Rahmah adalah nama gunung yang terbentuk dari seonggok batu besar. Jabal Rahmah terletak di sebelah timur kota Mekah dan berjarak sekitar 20 KM dari kota Mekah. Puncaknya berbentuk dataran yang rata dan luas sekitar 640 m2. Para jamaah hai berkumpul di tempat ini pada tanggal 9 Dzulhijjah.
2. Mina
Mina terletak antara kota Mekah dan Muzdalifah, jaraknya sekitar 7 KM sebelah timur laut Masjid al Haram. Disebut Mina lantaran genangan darah hewan korban. Para jamaah haji disunahkan bermalam di Mina pada tangal 11 dan 12 Dzulhijjah. Namun, bagi mereka yang ingin menangguhkan keberangkatan mereka dari Mina, bisa bermalam sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Mina merupakan bagian dari wilayah Tanah Haram. Di sana terdapat Masjid al Khif dan Jamaraat (tempat melempar jumrah).
3. Muzdalifah

Muzdalifah adalah tempat para jamaah haji bermalam setelah mereka melaksanakan wukuf di Arafah. Letaknya berada di antara Mina dan Arafah.
4. Masjid al Haram

Masjid al-Haram adalah sebuah masjid yang berlokasi di pusat kota Makkah yang menjadi kiblat bagi umat Islam sedunia. Di dalamnya terdapat Ka’bah yang menjadi pusat ibadah shalat kaum muslim sekaligus juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji.
Ka’bah al Musyarafah

Ka’bah merupakan bangunan berbentuk kubus yang menjadi kiblat atau sentral ibadah umat Islam di seluruh dunia.
Hijr Ismail

Hijr Ismail merupakan dinding setengah lingkaran yang letaknya berada di sebelah selatan. Pasalnya, dibuat seperti demikian akibat kekurangan dana yang dimiliki oleh kaum Quraisy saat mereka merenovasi Baitullah.
Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah sebuah batu yang berasal dari surga. Letaknya di sudut sebelah selatan Ka’bah dan sebelah kiri pintu Ka’bah. Dalam sejarahnya, Hajar Aswad pernah pecah dan yang terisa hanya 8 buah pecahan kecil sebesar buah kurma.
Rukun Yamani

Rukun Yamani adalah sudut Ka’bah sebelah barat daya. Dinamakan Rukun Yamani karena berada di arah menuju Yaman. Keistimewaan Rukun Yamani adalah ia merupakan tiang pertama yang dibangun oleh Ibrahim dan Ismail ketika keduanya membangun Ka’bah.
Multazam

Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, luasnya sekitar dua meter. Multazam merupakan tempat mustajab (dikabulkannya doa). Karena itu, disunahkan untuk berdoa di tempat itu sambil menempelkan kedua pipi, dada, kedua lengan, dan kedua telapak tangan ke Multazam. []
Sumber: Bahammam, Abdullah Salim Umar. 2014. Fiqih Ibadah Bergambar. Jakarta: Mutiara publishing

